Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Permata Bank

CONTOH KASUS :

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus pembobolan rekening nasabah PT Bank Permata Tbk (PermataBank) sudah masuk pada pemanggilan saksi fakta dan keterangan ahli. Korban pembobolan rekening, Tjho Winarto, mengatakan Senin 9 November 2015 mendatang PermataBank akan menghadirkan saksi ahli untuk memberikan keterangan.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga sudah menangkap tersangka pembobolan rekening. “Mereka (Polda) sedang mencari penyedia data,” kata Winarto kepada Tribunnews, Jumat (6/11/2015)

Dia mengatakan, dirinya dipanggil oleh Polda pada Senin 26 Oktober 2015 lalu untuk dimintai keterangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tjho adalah nasabah Bank Permata yang mengalami pembobolan rekening hingga Rp 245 juta. Pembobolan terjadi saat ia tengah dalam penerbangan 10 jam dari Jakarta ke Sorong, 28 Agustus 2014.

Saat itu, ada seseorang yang membobol uang tabungan Tjho melalui fasilitas internet banking. Menurut Tjho, berdasarkan laporan yang ia terima dari pihak Telkomsel, ada seseorang yang meminta pembuatan SIM card nomor ponsel miliknya di Grapari Telkomsel yang ada di Gambir, Jakarta Pusat, pada tanggal 28 Agustus, sekitar pukul 22.00.

Orang tersebut, kata Tjho, melampirkan fotokopi KTP miliknya yang disertai dengan surat kuasa palsu yang mengatasnamakan dirinya. Setelah orang tersebut mendapatkan SIM card dari nomor ponselnya, terjadi proses pentransferan uang dari tabungan Tjho ke tiga rekening, masing-masing ke Bank Danamon, Bank Tabungan Negara, dan Bank Rakyat Indonesia. Transaksi dilakukan pada pukul 01.33, 01.37, 01.43, 01.47, 06,39, dan 11.15.

Berdasarkan informasi dari customer service Bank Permata, ada seseorang yang menghubungi Permata Tel untuk melakukan reset password internet banking. Reset password berhasil dilakukan sekitar pukul 01.17, sesaat sebelum dilakukan pentransferan uang dari rekening Tjho.

analisis

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/11/06/kasus-pembobolan-rekening-permatabank-polisi-panggil-saksi-ahli

ANALISIS :

  • ETIKA : Sebagai seorang pegawai yang telah diberi amanah dari perusahaan, hendaknya harus menjalankan pekerjaan tersebut dengan  jujur dan amanah. Bukan dengan menbocorkan data pelanggan di perusahaannya.
  • IT POLICY : Tidak ditemukan IT Policy di bank Permata yang dapat Kami analisis
  • HUKUM : Pada kasus diatas, pelaku baik orang luar maupun pegawai bank permata telah melanggar UU ITE NOMOR II TAHUN 2008 Pasal 30, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :

Perbuatan Yang Dilarang (Pasal 30 Ayat 1)

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.

Sanksi (Pasal 46 ayat 1) Hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Perbuatan Yang Dilarang (Pasal 30 Ayat 2)

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

Secara teknis perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud pada ayat ini dapat dilakukan, antara lain dengan:

  • melakukan komunikasi, mengirimkan, memancarkan atau sengaja berusaha mewujudkan hal-hal tersebut kepada siapa pun yang tidak berhak untuk menerimanya; atau
  • sengaja menghalangi agar informasi dimaksud tidak dapat atau gagal diterima oleh yang berwenang menerimanya di lingkungan pemerintah dan/atau pemerintah daerah

Sanksi (Pasal 46 ayat 2) Hukuman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah) 46 ayat 2

Perbuatan Yang Dilarang (Pasal 30 ayat 3)

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Sistem pengamanan adalah sistem yang membatasi akses Komputer atau melarang akses ke dalam Komputer dengan berdasarkan kategorisasi atau klasifikasi pengguna beserta tingkatan kewenangan yang ditentukan.

Sanksi (Pasal 46 ayat 3) Hukuman pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s